Sudahkah Anda merasa hidup terasa berat, rezeki seret, atau usaha tak kunjung maju? Mungkin rumah tangga terasa gundah, jodoh tak kunjung tiba, atau kesehatan yang terus terganggu? Dalam kepercayaan Jawa, semua itu bisa menjadi tanda bahwa ada ketidakselarasan antara diri kita (Jagad Alit) dengan alam semesta (Jagad Ageng). Dan untuk memulihkannya, ada satu jalan suci yang telah diwariskan leluhur: Ruwatan.
"Ruwat bukan sekadar ritual, tetapi perjalanan spiritual untuk memurnikan diri dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih harmonis."
Ruwatan Massal Banyuwangi 2026
Ruwatan adalah upacara suci pensucian diri dan tolak bala untuk menyelaraskan Jagad Alit (mikrokosmos) dengan Jagad Ageng (makrokosmos). Ikuti rangkaian sakral yang meliputi Pagelaran Wayang Kulit Murwakala, siraman tujuh mata air murni, dan prosesi jamasan potong rikmo sukerto—pemotongan rambut sebagai simbol pelepasan dari kesialan dan nasib buruk.
|
Hari/Tanggal |
Rabu, 18 November 2026 |
|
Waktu |
08.00 WIB - selesai |
|
Tempat |
Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi |
|
Kategori |
Keterangan |
|
Ontang Anting |
Anak tunggal laki-laki atau perempuan |
|
Uger-Uger Lawang |
Hanya memiliki 2 anak laki-laki |
|
Sendang Kapit Pancuran |
Anak perempuan di tengah anak laki-laki |
|
Pancuran Kapit Sendang |
Anak laki-laki di tengah anak perempuan |
|
Serimpi |
4 bersaudara semuanya perempuan |
|
Pendowo |
5 bersaudara semuanya laki-laki |
|
Pendawi |
5 bersaudara semuanya perempuan |
|
Mahar sesaji |
Rp 500.000 /orang |
|
Kain mori putih |
2 meter |
|
Baju bekas |
yang sudah pernah dipakai |
|
Mahar sesaji |
Rp 750.000 /lembaga |
|
Kain mori putih |
2 meter |
|
Barang kantor |
yang akan dibuang sebagai simbol buang sial |
|
Batas Pendaftaran |
10 November 2026, Pukul 13.45 WIB |
|
Temu Teknik |
Senin, 16 November 2026 di Pelinggihan Disbudpar Pukul 12.45 - 15.17 WIB Bawa kain mori 2 meter & busana bekas untuk disedekahkan/dilarung |
SHARE HALAMAN INI